Dari Kebuntuan di Ruang 304, Tim PKM STIKOM Lolos Pendanaan Nasional
Kembali ke Berita
Achievements

Dari Kebuntuan di Ruang 304, Tim PKM STIKOM Lolos Pendanaan Nasional

Selasa, 23 Juni 2026
Oleh Gabriel Rosa Dini Caesarani

Selama sebulan penuh, ruangan itu hanya dipenuhi diam. Tidak ada ide, tidak ada diskusi — hanya empat mahasiswa yang duduk menatap langit-langit.

"Kami sempat sebulan penuh cuma diam dan bengong menatap atap di Ruangan 304 karena bingung menentukan tema," kenang Raymond Harris, ketua tim PKM-PM STIKOM Yos Sudarso Purwokerto.

Kini, kebuntuan itu telah berbuah pencapaian. Pada 23 Mei 2026, proposal tim mereka yang berjudul "Saat Gambar Bercerita: Pelatihan Komik Visual dengan Pembelajaran untuk Penguatan Kemandirian Siswa Tunarungu di SLB-B Yakut Purwokerto" resmi dinyatakan lolos dan mendapatkan dana sebesar Rp6.500.000 dari program PKM 2026.

Dari Kebuntuan, Lahir Ide

Konflik internal dan kejenuhan yang sempat menyelimuti tim akhirnya pecah setelah mereka mengambil inisiatif — mengikuti kelas online dan membedah arsip proposal yang lolos tahun sebelumnya. Dari sana, ide mulai tumbuh. Melihat para siswa tunarungu di SLB-B Yakut Purwokerto memiliki rekam jejak pembuatan komik yang bagus, Raymond dan tim memutuskan memaksimalkan potensi visual tersebut sebagai media komunikasi alternatif.

Keresahan yang melatarbelakangi proyek ini nyata dan berakar dari lapangan — sulitnya komunikasi siswa tunarungu dalam kehidupan sehari-hari. Pihak sekolah pun menyambut ide ini dengan terbuka sejak dua kali diskusi awal.

Humanis Sampai ke Akarnya

Yang membedakan tim ini bukan hanya ide — melainkan komitmen mereka untuk benar-benar masuk ke dunia para siswa. Demi membangun pendekatan yang setara dan alami, seluruh anggota tim berkomitmen mendalami bahasa isyarat lokal.

"Kami harus menguasai SIBI yang menggunakan satu tangan, dan BISINDO yang menggunakan dua tangan agar komunikasi dengan para siswa bisa berjalan setara dan alami," papar Raymond.

Ketelitian yang sama juga diterapkan dalam proses penyusunan proposal. Bagi Raymond, kunci utama menembus seleksi nasional bukan hanya soal ide — melainkan kepatuhan total pada regulasi.

"Banyak ide bagus gugur hanya karena administrasi. Formula kami adalah memahami dan sangat teliti menyusun proposal sesuai ketentuan pusat," jelasnya.

Lolos Baru Langkah Awal

Lolos pendanaan bagi tim Raymond bukan akhir dari perjuangan — melainkan awal dari pembuktian. Menghadapi padatnya jadwal kuliah, seluruh anggota tim — Raymond Harris, Sastyaviani Antania Syifa Raharja, Steven Emmanuel Santoso, dan Shelfin Olivia Oktaviani  yang didampingi oleh Dr. Adhi Wibowo, S.Kom., M.M.T.I. sebagai dosen pendamping, sepakat memprioritaskan proyek ini dan berkomitmen disiplin penuh dalam mengelola dana sesuai budgeting proposal.

Di balik semua kerja keras itu, ada visi besar yang ingin mereka tinggalkan di SLB-B Yakut Purwokerto.

"Harapan terbesar kami, komik visual ini nantinya tidak hanya jadi sarana belajar, tapi juga menjadi media komunikasi efektif bagi para siswa untuk memperkenalkan produk-produk buatan mereka sendiri kepada masyarakat luas," pungkas Raymond.

Penulis: Risky Bintang 

Dipublikasikan diAchievements
Kembali ke daftar berita

Lanjut Baca

Berita terkait dari lingkungan kampus

Lanjutkan membaca artikel lain yang relevan dengan kategori achievements, topik, dan aktivitas STIKOM Yos Sudarso.

Semua Berita