
Wujudkan Kampus Unggul dan Humanis, STIKOM Yos Sudarso Purwokerto Sukses Gelar Aksi Donor Darah
Sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai kampus yang Unggul dan Humanis, STIKOM Yos Sudarso kembali menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Ruang Perpustakaan kampus pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga pukul 12.30 WIB ini menjadi bukti dedikasi sivitas akademika dalam menjaga stabilitas ketersediaan stok darah di wilayah Banyumas, sekaligus membangun kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.
Antusiasme warga kampus terpantau tinggi. Perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas, Tarso, menyatakan bahwa kegiatan kali ini menargetkan perolehan lebih dari 70 kantong dari berbagai golongan darah. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti STIKOM Yos Sudarso sangat krusial.
"Banyak anak muda di kampus, setiap tahun selalu ada regenerasi pendonor baru. Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa dan staf di sini yang dinilai sangat antusias dibandingkan dengan beberapa agenda sebelumnya," ujar Tarso.
Dari sisi fasilitas, Tarso menambahkan bahwa Ruang Perpustakaan telah memenuhi standar sterilisasi dan kenyamanan medis—mulai dari kebersihan lantai hingga kemudahan akses evakuasi.
Terkait prosedur medis, tim PMI juga memberikan edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat bagi calon pendonor yang tidak lolos skrining awal (seperti masalah berat badan, tekanan darah, atau kadar hemoglobin). Meskipun sempat ada insiden kecil di mana seorang pendonor merasa pusing, tim medis yang terdiri dari dua dokter dan petugas pendukung berhasil menangani situasi tersebut dengan sigap.
Dosen STIKOM Yos Sudarso, Wilibrordus Megandika Wicaksono, yang turut mendonorkan darahnya, menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara. Meski sempat khawatir karena volume darah yang diambil mencapai 450 cc, ia merasa lega setelah proses selesai dengan aman.
"Setelah mendonor, badan justru terasa lebih enteng dan segar. Ini adalah bentuk berbagi yang nyata," ungkap pria yang akrab disapa Pak Dika tersebut. Ia bahkan menegaskan pentingnya aksi ini dengan candaan khasnya, "Kamu nggak ikut kelasku pun nggak apa-apa, asal ikut donor darah." Baginya, kepedulian terhadap sesama adalah nilai utama yang harus dimiliki mahasiswa.
Untuk meningkatkan partisipasi ke depan, Dika memberikan saran strategis. Ia menilai, seringnya informasi kegiatan yang mendadak serta kurangnya edukasi menjadi penghambat utama keikutsertaan mahasiswa.
"Perlu disistemkan. Misalnya dengan memberikan poin tambahan bagi mahasiswa yang berpartisipasi, atau menjadikannya syarat pendukung dalam proses akademik. Jika secara medis mahasiswa tidak memenuhi syarat, setidaknya mereka sudah melakukan registrasi dan berkonsultasi dengan dokter untuk memperbaiki kondisi kesehatannya," sarannya.
Ke depannya, pihak STIKOM Yos Sudarso berharap agar kegiatan donor darah dapat dilembagakan secara rutin—idealnya setiap 2,5 bulan sekali—guna memperkuat budaya peduli yang menjadi ciri khas kampus.
Penulis: Risky Bintang
Lanjut Baca
Berita terkait dari lingkungan kampus
Lanjutkan membaca artikel lain yang relevan dengan kategori campus news, topik, dan aktivitas STIKOM Yos Sudarso.

UKM Rohis STIKOM Yos Sudarso Gelar Halal Bihalal Bertema Infinite Forgiveness
UKM Rohis STIKOM Yos Sudarso Purwokerto sukses menyelenggarakan Halal Bihalal bertema "Infinite Forgiveness: Maaf Tanpa Syarat, Kasih Tanpa Jeda"
Baca Selanjutnya
STIKOM Yos Sudarso Digitalisasi Rekam Medis Panti Wredha
STIKOM Yos Sudarso Digitalisasi Rekam Medis Panti Wredha Catur Nugraha
Baca Selanjutnya
Kehangatan Natal Bersama: Dari Pelayanan, Refleksi Hingga Makna Kebersamaan
300 Hadirin Penuhi Aula STIKOM Yos Sudarso, Natal Oikumene Tampil dengan Wajah Baru
Baca Selanjutnya