Puasa Pertama di STIKOM Yos Sudarso Purwokerto: Antara Tradisi Keluarga dan Pengalaman Baru bagi Mahasiswa

Purwokerto – Ramadhan adalah bulan suci dimana setiap umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Berdasarkan keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1445 H oleh Kementerian Agama pada Minggu (10/3) pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H/ 2024 M jatuh pada hari Selasa, (12/3).

Dalam menyambut bulan Ramadhan, STIKOM Yos Sudarso Purwokerto sebagai institusi pendidikan dibawah naungan yayasan katolik turut serta dalam libur awal puasa. 

Meskipun institusi pendidikan katolik, nyatanya banyak mahasiswa STIKOM yang beragama muslim. Banyak mahasiswa yang merayakan puasa pertamanya dengan keluarga masing-masing. 

"Kalau aku selain merayakan dengan keluarga, aku juga turut aktif dalam kegiatan di masjid selama bulan puasa ini. Bukan baru-baru ini aja, tapi dari jaman masih SMP ataupun SMA aku udh aktif. Sekarang melanjutkan aja." Ucap Salwa, mahasiswa baru program studi Teknik Informatika. 

Dengan institusi pendidikan katolik, tentu saja ada mahasiswa yang tidak berpuasa dan kantin tetap buka. Salwa mengaku tetap menahan diri agar bisa berpuasa penuh, dengan niatnya ibadah dipastikan dapat terjalani dengan baik. 

Berbeda dengan Anggita, mahasiswa baru program studi Sistem Informasi yang merayakan awal puasanya tidak bersama keluarga. 
"Rasanya sedih banget gak bisa sahur, buka puasa dan tarawih bersama keluarga. Ini kali pertama aku merayakan awal puasa sendiri karena aku merantau." 

Selain pengalaman awal puasa yang tidak terlupakan, berburu takjil juga menjadi kegiatan yang sering dilakukan. Banyak takjil yang diburu untuk hidangan membuka puasa. Makanan manis menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi saat berbuka puasa untuk memulihkan tenaga setelah berpuasa (sunnah).

"Kalau berburu takjil aku lebih suka klepon, bubur candil, atau dawet," jelas Kukuh mahasiswa baru program studi Teknik Informatika.  

Kukuh juga berharap di bulan ramadhan ini dapat berpuasa secara penuh meskipun sakit dan menyelesaikan (khatam) 30 juz alquran. 

Salwa dan Anggita pun berharap agar di bulan ramadhan ini menjadi pribadi yang lebih baik dengan rajin bersedekah dan sholat tarawih.